POPOLI INSTITUTE GELAR DISKUSI PUBLIK: PERSOALAN SAMPAH DI KOTA PALOPO, TANTANGAN DAN SOLUSI BERKELANJUTAN


 Palopo, 10 Juni 2026 – Popoli Institute menggelar kegiatan diskusi publik bertajuk “Persoalan Sampah di Kota Palopo, Tantangan dan Solusi Berkelanjutan” pada Rabu (10/6/2026) di Warkop Kopingho, Jalan Islamic Center 1, Kota Palopo. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah di Kota Palopo.

    Sebelum acara diskusi dimulai, para peserta terlebih dahulu disuguhkan pembacaan puisi bertema lingkungan dan persoalan sampah oleh seniman Kota Palopo, Muh Lala Alam. Melalui bait-bait puisinya, Muh Lala Alam mengajak seluruh peserta untuk merenungkan dampak sampah terhadap lingkungan serta pentingnya membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Kota Palopo. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta karena mampu menghadirkan suasana reflektif sekaligus memperkuat pesan utama kegiatan mengenai pentingnya tanggung jawab bersama dalam mengatasi persoalan sampah.

    Diskusi yang dimoderatori oleh Rahmat dari Popoli Institute tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo, Ir. Erdin, S.T., M.Si, Direktur Yayasan Bumi SawerigadingAbdul Malik Saleh, S.T., serta Pemerhati Lingkungan Kota Palopo, Muhammad Fajri, S.T..

    Dalam pemaparannya, Ir. Erdin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Lingkungan Hidup telah berupaya maksimal dalam penanggulangan sampah. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) kebersihan hingga pengaturan jadwal pengangkutan sampah yang lebih terstruktur.

    “Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berupaya meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah. Kami telah membentuk Satgas, mengatur jadwal pengangkutan sampah, melakukan penambahan unit kendaraan operasional, serta mendapatkan bantuan motor roda tiga dari beberapa developer perumahan,” ungkapnya.

    Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Keterbatasan armada pengangkut sampah menjadi salah satu kendala utama dalam menjangkau seluruh wilayah Kota Palopo yang terus berkembang.

    Sementara itu, Abdul Malik Saleh memaparkan berbagai hasil penelitian, inovasi, serta regulasi yang dapat menjadi rujukan dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Palopo. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya dapat diselesaikan melalui pendekatan teknis semata, tetapi juga membutuhkan dukungan kebijakan yang kuat, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan aktif masyarakat.

    Ia menekankan pentingnya pengembangan program berbasis lingkungan yang berkelanjutan, termasuk penguatan konsep ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

    Pada kesempatan yang sama, Muhammad Fajri menegaskan bahwa penanggulangan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, peran masyarakat menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

    “Penanggulangan sampah adalah tanggung jawab semua pihak, terutama masyarakat sebagai penghasil sampah. Diperlukan kolaborasi yang terstruktur antara pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat luas. Edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumbernya serta upaya mengurangi penggunaan kemasan plastik harus terus digencarkan,” ujarnya.

    Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara narasumber dan peserta mengenai berbagai tantangan pengelolaan sampah di Kota Palopo. Selain mengidentifikasi berbagai persoalan yang ada, forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi yang menekankan pentingnya sinergi antar-stakeholder dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

    Melalui kegiatan ini, Popoli Institute berharap dapat mendorong peningkatan kesadaran publik serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan sampah di Kota Palopo. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi lingkungan, diharapkan tercipta solusi yang berkelanjutan untuk mewujudkan Kota Palopo yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

 

 

Posting Komentar

0 Komentar